ANALISIS RUPIAH TEMBUS Rp17.000? INDONESIA SIAP GESER ZIMBABWE NEGARA TERMISKIN DUNIA?

ANALISIS RUPIAH TEMBUS Rp17.000? INDONESIA SIAP GESER ZIMBABWE NEGARA TERMISKIN DUNIA?


📉 HOT ISSUE: INDONESIA VS ZIMBABWE

Oleh: Tri Lukman Hakim, S.H.
(Analis KunciPro Research Institute)


Pagi ini sentimen pasar bukan lagi soal cuan, tapi soal Kurs Dolar AS. Rupiah makin lemah, Dolar makin perkasa mendekati angka keramat Rp17.000. Bukan karena dolar AS menguat, ekonomi AS juga terlihat lesu.

Di tengah kepanikan ini, kembali mencuat data viral yang bikin dada sesak: Indonesia disebut sebagai Negara Termiskin ke-2 di Dunia, tepat di bawah Zimbabwe yang memegang Juara 1.

(Catatan: Kabar tersebut memang sudah dibantah dan dinyatakan "Misleading" oleh tim cek fakta Tempo.co. Namun, kenapa isu ini viral? Karena rakyat MERASAKAN kemiskinan itu nyata, terlepas dari datanya valid atau tidak.)

Walaupun dibantah, tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia berada dalam garis ekstrem kemiskinan. Jika Menteri Keuangan Pak Purbaya menganggap remeh hal ini, inflasi jilid 2 di depan mata.

Logika netizen pun semakin liar: "Kalau Rupiah anjlok terus, berarti sebentar lagi kita bakal 'Kudeta' posisi Zimbabwe dan resmi jadi Negara Termiskin Nomor 1 di Dunia!"

Sebagai Analis Hukum, mari kita kesampingkan dulu perdebatan hoax atau fakta. Mari kita bedah REALITA LAPANGAN dan PELANGGARAN HUKUMNYA.

Ilustrasi kemiskinan akibat rupiah melemah ke angka Rp17000 dengan melihat dari ketidakadilan hukum ekonomi bangsa by kuncipro

HUKUM INDONESIA & DUNIA: NEGARA GAGAL MELINDUNGI RAKYAT?

Sebelum kita masuk ke skenario terburuk dalam sejarah, Anda harus tahu bahwa kemiskinan akibat inflasi yang tidak terkendali adalah bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia.

🌍 MENURUT HUKUM INTERNASIONAL:
Indonesia telah meratifikasi ICESCR (Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya) melalui UU No. 11 Tahun 2005.

Pasal 11: Negara WAJIB menjamin standar kehidupan yang layak (pangan, sandang, perumahan) bagi setiap orang. Jika harga beras dan gandum tak terbeli karena Dolar naik, Negara bisa dianggap wanprestasi terhadap rakyatnya sendiri.
🇮🇩 MENURUT KONSTITUSI (UUD 1945):
Pasal 27 ayat (2): "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan."

Jadi, membiarkan Rupiah hancur dan daya beli rakyat mati bukan sekadar "Masalah Ekonomi", tapi masalah Konstitusional.

SKENARIO "JUARA 1": DAMPAK NYATA JIKA KITA MENYALIP ZIMBABWE

Jika narasi viral itu menjadi kenyataan, ini dampaknya buat Anda:

1. Hyper-Inflasi: Keadilan Semu Pemerintah

Di Zimbabwe, orang beli roti bawa uang segerobak. Di Indonesia? Uang Rp100.000 rasanya cuma kayak Rp20.000 zaman dulu.

Gaji UMR Anda tetap. Gaji yang non-UMR makin stagnan. Sementara harga barang naik level "Sultan" tanpa memandang apakah Anda pejabat atau kuli.

Inilah satu-satunya "Keadilan" yang berhasil diciptakan Pemerintah saat ini: Keadilan Harga Mahal yang Rata Tanpa Pandang Bulu. Semua jadi miskin mendadak tanpa sadar.

2. Ledakan PHK (Piala Bergilir Pengangguran)

Perusahaan manufaktur di Indonesia itu napasnya impor. Kalau Dolar 17rb, mereka sesak napas. Siap-siap efisiensi brutal.

⚠️ PERLINDUNGAN HUKUM INTERNASIONAL (ILO):
Bos Anda bilang "Rugi Kurs, Kamu Resign!"? TOLAK!

Selain melanggar PP 35/2021 (Wajib Audit 2 Tahun), PHK sepihak karena alasan ekonomi juga bertentangan dengan Konvensi ILO No. 158 tentang Pemutusan Hubungan Kerja. Buruh bukan tumbal kegagalan moneter negara!

3. Kriminalitas Level "Survival Mode"

Di negara termiskin, hukum rimba berlaku. Siapa kuat dia makan.

Waspada modus penipuan: "Loker kerja ringan gaji besar", "Pinjol Cepat Cair", atau "Kredit Motor Tanpa Survey". Saat perut lapar, logika mati. Jangan sampai Anda sudah miskin, malah kena tipu pula.


KESIMPULAN: BERSIAP UNTUK YANG TERBURUK

Mungkin data "Indonesia Termiskin No. 2" itu diperdebatkan para ekonom berdasi. Tapi bagi rakyat jelata, penderitaannya nyata.

Kita tidak butuh pengakuan WHO untuk sadar kalau kita sedang susah. Rupiah Rp17.000 adalah sinyal bahaya.

Saran KunciPro:

  • Kencangkan ikat pinggang. Tunda beli barang mewah.
  • Pelajari hak hukum Anda (terutama soal PHK & Pesangon).
  • Jaga aset cash. Jangan tergiur investasi bodong.

Mari berdoa semoga kita TIDAK pernah menggeser Zimbabwe. Cukup prestasi di bulutangkis saja yang Juara 1, kemiskinan jangan.